Prodi Sastra Jawa Kuna Kunjungi Gedong Kirtya

BULELENG – Program Studi Sastra Jawa Kuna Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) “Sastra Yatra” ke Gedong Kirtya, Singaraja, pada Selasa, 4 Juli 2023. Kunjungan tersebut secara khusus dilaksanakan untuk menambah pengetahuan mahasiswa Sastra Jawa Kuna terhadap objek kajian mereka.


Koordinator Program Studi Sastra Jawa Kuna FIB Unud, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum., mengatakan program PKL “Sastra Yatra” sangat penting dilakukan pihaknya untuk memperkaya khazanah pengetahuan mahasiswa terhadap objek kajian sastra Jawa Kuna.


“Kegiatan praktik kerja lapangan mahasiswa ini dilaksanakan bertujuan untuk memperkenalkan objek-objek kajian sastra Jawa Kuna yang ada di masyarakat, termasuk yang ada di institusi pemerintah terkait sebagai kolektor atau tempat penyimpanan naskah Jawa Kuna,” katanya.


Ia menjelaskan, pemilihan Gedong Kirtya sebagai tujuan PKL lantaran institusi penyimpanan naskah tersebut adalah institusi penyimpanan naskah yang tertua di Bali. “Melalui kunjungan ini mahasiswa diharapkan dapat menggali semakin banyak informasi pengetahuan tentang bahasa dan sastra Jawa Kuna, serta bagaimana bahasa Jawa Kuna diawetkan di Gedong Kirtya,” kata Suarka.


Baca juga: HUT Prodi dan Himawan mahasiswa Sastra Jawa Kuna Unud konservasi lontar masyarakat


“Gedong Kirtya adalah lembaga pertama di Bali yang menjadi tempat penyimpanan naskah Jawa Kuna dan pendirian Fakultas Sastra Udayana tahun 1958 juga salah satunya terinspirasi dari Gedong Kirtya. Ini adalah hal penting yang harus terus kita lakukan setiap tahun, agar mahasiswa kita tidak hanya di kampus, tetapi juga melihat peluang yang ada di masyarakat,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasihnya terhadap kunjungan mahasiswa Prodi Sastra Jawa Kuna yang telah menjadikan Gedong Kirtya sebagai tempat PKL.


“Sesuai dengan visi-misi kami, kami ingin menjadikan Gedong Kirtya menjadi pusat referensi sastra dan budaya yang menyenangkan, serta sebagai sumber ilmu pengetahuan. Mudah-mudahan kami juga bisa menjadi tempat atau institusi yang bisa melindungi, melestarikan, dan memanfaatkan warisan budaya yang ada,” terangnya. red/sjk.223