Usung Spirit Alih Wahana, Pekan Sastra Jawa Kuna Digelar dengan Berbagai Acara


DENPASAR – Program Studi Sastra Jawa Kuna, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-65 tahun ini. Dirayakan bersamaan dengan HUT ke-13 Himpunan Mahasiswa Sastra Jawa Kuna (Himawan), kegiatan dilaksanakan semarak dan penuh makna selama satu pekan dari tanggal 5-11 November 2023.


HUT Prodi Sastra Jawa Kuna dan Himawan tahun ini mengusung tema “Sastra Nitya Rupa: Sastra Jawa Kuna Melintasi Ruang dan Masa”. Melalui tema tersebut, kearifan Sastra Jawa Kuna diharapkan terus diwariskan ke generasi seterusnya. Bentuk yang berubah mengikuti kondisi zaman diharapkan dapat semakin membumikan sastra Jawa Kuna.


Ketua Panitia HUT Prodi Sastra Jawa Kuna ke-65, I Ketut Eriadi Ariana, S.S., M.Hum., menerangkan bahwa seluruh rangkaian acara dikemas dalam program bernama Pekan Sastra Jawa Kuna. Ada enam mata acara inti yang dilaksanakan selama sepekan, yakni Punia Bakti, Raksa Rinaksan (Konservasi Lontar), Utsawa (Lomba), Cayarupa (Gelar Film Berbasis Sastra Jawa Kuna), Sabawarasa (Bincang Alih Wahana Sastra Jawa Kuna ke Sastra Modern), dan Mahotsawa (Puncak Acara dan Seminar Nasional). Selain itu juga dilaksanakan publikasi Prodi Sastra Jawa Kuna pada media massa, yang bekerja sama dengan Bali TV dan RRI.


“Semua program pada prinsipnya terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.


Kegiatan Punia Bakti atau persemahan punia kepada dosen-dosen Prodi Sastra Jawa Kuna yang telah purnabakti akan membuka kegiatan. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Minggu, 5 November 2023. Pada Senin, 11 November 2023 akan dilaksanakan kegiatan Raksa Rinaksana atau konservasi lontar di Unit Lontar Udayana (ULU). Lontar yang disasar adalah lontar milik masyarakat yang dititipkan di unit tersebut.


Pada Selasa, 7 November 2023 dilaksanakan kegiatan Utsawa, tepatnya penilaian Lomba Apresiasi Sastra Kakawin. Pada tahun ini panitia mengemas perlombaan sejalan dengan spirit alih wahana, di mana kakawin sebagai karya sastra Jawa Kuna yang paling tua akan dieksplorasi dan diapresiasi dalam bentuk musik inovatif. Pesertanya adalah kalangan SMA.


“Kami juga melaksanakan program Cayarupa atau Gelar Film Berbasis Sastra Jawa Kuna yang akan dilaksanakan pada Rabu, 8 November 2023. Film kami pilih sebagai salah satu media yang efektif mengantarkan pesan kearifan sastra Jawa Kuna. Film-film yang diputar satu di antara ada yang merupakan karya mahasiswa kami. Film yang diputar nanti juga akan didiskusikan,” jelasnya.


Pada Kamis, 9 November 2023 akan dilaksanakan Sabawarasa atau Bincang Alih Wahana Sastra Jawa Kuna ke Sastra Modern. Kegiatan ini akan bekerja sama dengan Suara Saking Bali, majalah daring yang konsisten bergerak dalam penerbitan sastra Bali modern. Sastrawan peraih Hadiah Sastra Rancage, Putu Supartika diundang sebagai pembiacara dalam kegiatan ini.


Terakhir, pada Jumat, 10 November 2023 akan dilaksanakan kegiatan Mahotsawa atau Puncak Acara HUT yang juga dipurnakan dengan Seminar Nasional. Seperti tema HUT, seminar nasional mengetangahkan isu alih wahana sastra Jawa Kuna dengan menghadirkan narasumber Dewa Gede Purwita, S.Pd., M.Sn dan Trias Indra Setiawan, S.E.


Koordinator Prodi Sastra Jawa Kuna, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum., menambahkan bahwa Pekan Sastra Jawa Kuna akan menampilkan kegiatan yang sangat penting. “Itu merupakan agenda penting yang patut dan layak dilaksanakan oleh civitas prodi sastra Jawa Kuna atau mahasiswa sendiri. Agenda ini merupakan agenda penting. Bagian integral dalam HUT Sastra Jawa dan Himawan sebagai wujud refleksi diri sejauh mana melangkah, melestarikan, dan mewariskan sastra Jawa Kuna untuk generasi ke depan,” kata dia.**